kebahagiaan hati ada karna kemampuan meninggalkan,mengalahkan kesedihan hati. ketika kesedihan menyelimuti hati,diri menjadi pribadi yang terguncang dan sering menyalahkan diri akan hal yang sejatinya tak salah. kemelut jiwa berbicara menjadikan diri terkekang dalam kemelut jiwa. pelarian dan pencarian kebebasan tuk melepaskan diri akan kemelut kesedihan menjadi hal mutlak. namun kesalahan dikit mengakibatkan pelarian pelepasan diri menjadi petaka penjerumusan kemelut terdalam. kemutlakan yang diinginkan menjadi kemelut yang memiluhkan bahkan memberatkan diri. kemutlakan pelepasan menjadi hal yang dikaji untuk mendapatkan kebahagiaan akan kesedihan hati. biarkan kesedihan itu berbicara dan kelapangdadaan menghadapi kesedihan itu menjadikan mata hati terbuka untuk menemukan kesejatian kebahagiaan. membiarkan diri untuk merasakan kepedihan dan menjadikan dia bagian terpenting dari tapak hidup sehingga pengalaman kepedihan menjadi kebahagiann diri sejati...
je'bocha
u smile
Senin, 24 Januari 2011
Jumat, 07 Januari 2011
kepergian keinginan
suatu keinginan kadang menyakitkan kala keinginan yang dijalani menjadi kepergian selamanya....tanpa sebuah keterlepasan menjadikan semuanya hampa. namun haruslah disadari itu adalah pilihan. penentuan akan jalan keinginan. tak mampu untuk menjadikaan keinginan itu hanya untuk kepentingan dan ego diri. lebih dari itu membiarkan keinginan itu pergi menentukan pilihanya menjadi sesuatu yang lebih berarti dibandingkan menahankan keegoan diri. kembali pada apakah mampu diri membiarkan keiinginan itu pergi? hanyalah berjiwa besar dan pengertiaan akan keterbukaan hati untuk menjawabinya. kendati diri kecewa namun kebahagiaanlah yang dicari. ketika keinginan dilepas mendapatkan kebahagiaan yang lebih menjadi suatu keberhasilan diri mendukung keinginan itu. sesuatu yang menyakitkan namun menghasilkan kebahagiaan. belajar menyempitkan keegoan untuk sebuah kebahagiaan keinginan menjadi poin penting dalam perjalanan diri. bukalah dan mencari keinginan yang lebih baik dari keinginan sebelumnya. Tuhanlah yang menentukan ketepatan keinginan untuk sesuatu yang terbaik untuk diri. ketika keinginan pergi yakinlah itu sebagai yang terbaik buat diri. Tuhan meberikan diri untuk menemukan keinginan yang lebih baik dan mendukung diri menggapai kebahagiaan sejati. janganlah membuat diri menyesali kepergian keinginan tapi bersyukur atas kepergian keinginan itu agar pada akhirnya menemukan keinginan yang menjadi kemutlakan dalam diri. semoga kepergian keinginan menjadi kedatangan baru keinginan sejati.
Selasa, 14 Desember 2010
soal rasa
mencapai tahap kebosanan. Pengalaman perjalanan hidup yang muncul dengan sendirinya. penyebabnya banyak.paling utama adalah kejenuhan diri akan apa yang sering bahkan selalu dilakoni. Bosan dan bosan. "malas ah","uda malas","biarin aja ah" adalah kata2 yang terlontar dari bibir yang mengisyaratkan kejenuhan diri akan keseringan. Dalam ketidaksadaaran diri hal ini biasa saja,namun dicermati dan didalami hal ini dapat mengantar pada banyak hal yang tak kita sadari. Bagi diri hal ini hanya untuk diri tpi bagi lain diri hal ini menggangu bahkan lebih dalam dapat merusak. namun hal ini tak mungkin dapat disalahkan sepenuhnya kepada diri atau lain diri. semuanya muncul dari kedalaman diri.batas kemampuan diri untuk menjalani keseringan itu.
disini cara mana yang harus ditunjukan diri untuk lain diri agar lain diri tak merasakan kejenuhan diri sehingga keburukan hal yang tak diinginkan itu datang. dalam kebosanan berusahalah untuk tak menunjukan akan kebisanan itu dengan menjaga rasa lain diri. kembali bosan keluar dari rasa dan dapat mengakibatkan rasa pada lain diri. jika lain diri memahaminya maka keburukan tak menghampiri namun lain diri tak mampu untuk memahami maka hanya akan ada kau aku. Usaha pembenaran diri. konfliklah yang mencuat kepermukaan. disinilah dituntut dirilah yang harus mampu sejauh mungkin untuk membungkus kebosanan itu dan tak seterang keluar. "buatlah diri tersenyum, walau apa yang sebenarnya tak tersenyum. jadikan diri untuk memahami diri lain".
disini cara mana yang harus ditunjukan diri untuk lain diri agar lain diri tak merasakan kejenuhan diri sehingga keburukan hal yang tak diinginkan itu datang. dalam kebosanan berusahalah untuk tak menunjukan akan kebisanan itu dengan menjaga rasa lain diri. kembali bosan keluar dari rasa dan dapat mengakibatkan rasa pada lain diri. jika lain diri memahaminya maka keburukan tak menghampiri namun lain diri tak mampu untuk memahami maka hanya akan ada kau aku. Usaha pembenaran diri. konfliklah yang mencuat kepermukaan. disinilah dituntut dirilah yang harus mampu sejauh mungkin untuk membungkus kebosanan itu dan tak seterang keluar. "buatlah diri tersenyum, walau apa yang sebenarnya tak tersenyum. jadikan diri untuk memahami diri lain".
Kamis, 02 Desember 2010
konsep vs rumus
kecemasan diri kembali menghantau kala apa yang dikawatirkan muncul bak halilintar...... kesusahan untuk memahami menjadi batas kemampuan. tak disadari kecemasan itu datang. kembali diri cemplung dalam kubang yang sama. menghindar tak mungkin karena ketidaktahuan diri menjadi batas kemampuan untuk mengerti. rumus itu tenyata kembali berlaku dalam diri. ketika diri berontak namun kealamiahanlah yang menyatukan smuanya. kosnsep diri haya berlaku bagi diri namun susah untuk menjadikannya itu nyata. keterbatasan memahami menjadi semuanya sulit. kekuatan konsep akan hanya ada dalam diri dan dirilah yang menjalankan itu. kemabali lagi mampukah konsep itu dipahami? ketidaksadaran diri mengekspresikan menjadikan smuanya berarti bagi yang merasakan. salahkah diri mengekspresikan semuanya? kembali keterbatasan untuk memahami menjadi bumerang diri mempertahankan konsep akan diri. sesuatu yang mustahil menarik diri hanya demi kebebasan. hadapilah apa yang menjadi konsep diri dan teruslah menyempurnakan konsep itu.
kembali rumus "itu" datang membenarkan diri. ketika diri menjalankan dan sedang berjalan, diri menganggap rumus dapat dikalahkan oleh konsep. namun lagi-lagi rumuslah yang menang karena rumus adalah mutlak. tanpa disadari konsep itu menjadi bagian hitungan rumus. karena rumus berlaku umum dan dapat dipahami dan dimengerti semuanya namun konsep hanya diri pembuat konseplah yang memahami dan menjalankannya. konsep diri tak dapan dipaksakan untuk dipahami semuanya namun rumus dapat dijalankan oleh semuanya sekalipun pembuat konsep. tak dapat dipungkiri diri menjadi berkali-kali bagian dari kesatauan rumus. diri ingin merubah rumus dengan konsep namun kemutlakan rumus tak dapat digerogoti.
barulah diri memahami seberapa besarnya pengaruh rumus dalam tapak kehidupan anak manusia. seberapa dekatnya rumus dengan diri menjadikan sebuah konsep hanyalah konsep diri dan bukanlah sebuah kemutlakan dalam menapaki kisah hidup. jadilah konsep diri bagian yang selalu membatasi rumus utnuk menjadikan diri dan "diri" untuk memahami apa yang dijalaninya.......
Rabu, 01 Desember 2010
TAPAK HATI,KELUHAN JIWA (RENUNGAN AKAN KEHIDUPAN)
Kecerahan hati seringkali dihantaui oleh liku-liku kehidupan demi pendewasaan diri untuk mencapai kematangan kepribadian. Suatu siklus kehidupan yang tak mungkin dihindari setiap insan manusia. Sekecil apapun itu pasti selalu ada dalam tapak kehidupan setiap manusia. Menjadi manusia yang penuh karakter diri yang kuat berawal dari setiap pristiwa hidup yang dijalani. Pristiwa hidup dan cara kita untuk mengatasinya itulah pembentuk karakter diri yang alamia. Tanpa disadari, hal itu berjalan. Seiring perjalanan kehidupan yang penuh dengan perjuangan, banyak hal yang sebebarnya dapat dipelajari demi menemukan karakter diri yang sejati. Namun kita tidak merasakan itu karena kita mencurahkan perhatian kita kepada kemelut kehidupan yang datang silih berganti. Tak dapat disalahkan karena itu datang dan mengalir sesuai jalur mengalirnya air kehidupan setiap kita. Alur kehidupan yang dijalani itu dan setiap pemecahan masalah yang diperjuangkan membuat kita sedikit demi sedikit mengerti akan artinya diri kita diciptakan oleh Dia yang empunya kehidupan ini. Kita belajar berusaha untuk menerima diri kita yang sesungguhnya. Sedikit demi sedikit kita mengenal siapa sesungguhnya diri kita dengan aku yang adalah aku dari aku yang dibentuk menjadi aku oleh sang empunya Aku.
Serangkai pristiwa kehidupan menuntun dan membentuk pribadi seseorang sehingga orang lain mengenal dan mengetahui siapa dan seperti apa dia orangnya. Berat ringannya perjalanan hidup seseorang merupakan suatu bentuk tanggung jawab yang diemban oleh setiap pribadi. Ketika dalam perjalanan hidup setiap kita terjadi suatu perubahan yang tak kita sadari menjadikan suatu perubahan karakter diri. Pembentukan karakter menjadi modal diri untuk pendewasaan akan diri. Dalam keadaan sedemikian kita telepas dari kontrol diri yang sebenarnya. Kita menjadi bingung dengan apa yang kita alami. Keraguan pasti muncul dan mulai bertanya kedalam diri tentang perubahan yang kita alami. Ketika kita melepaskan diri dari kontrol, maka akan mungkin terjadi sebuah penyelawengan atau pelepasan diri negativ. Perubahan karakter akan menimbulkan perilaku negativ sehingga pengkarakteran diri yang tidak berdasarkan pengontrolan diri dengan kembali melihat dan merefleksi apa yang sedang terjadi akan membawa pada arah yang kurang baik bahkan akan merugikan diri. Pengkarakteran diri yang dihasilkan merupakan pengkarakteran diri yang buruk dimata orang.
Pembentukan karakter membuat orang menjadi “ini aku”. Aku yang selalu menjadikan pribadi yang unik. Dengan demikian orang akan menilai kita dengan kekitaan kita yang sesungguhnya. Kadang orang mencari sebuah pembentukan diri atau dengan kata lain mencari identitas diri. Mencari identitas diri juga merupakan sebuah pembentukan diri. Namun harus perlu dipahami setap pribadi akan pengkarakteran diri adalah ke arah mana diri mampu dituntun. Penemuan akan keperibadian memberikan kemurnian warna hidup yang keluar dari kedalaman pribadi. Maka dari itu jadikanlah diri untuk menemukan jalur,alur dan isi diri yg sesungguhnya. Temukan dan raihlah ‘dia’ dan jadikan ‘dia’ satu karna ‘dia selalu ada sepanjang hidup anak manusia.
...............................................countinue......................................................................................
Je’bocha
MENGAPA
Aku bertanya akan diri
Diri yang tak kunjung datang
Diri yang tak kunjung tampak
Diri yang tinggal diri
Mengapa??????
Apa diri semu????
Apa diri ambigu????
Apaaaaaa??????
Sebuah kemilau kesempurnaan kah?
Keutuhan tanpa cela kah?
Atau opini diri yang membumbung lambung
Sampai tak merasakan kepedihan diri
Mengapa????
Sampai kapan diri bertahan
Ketika kemelut batin terus merangkak
Menelusup masuk kedalaman jiwa
Jiwa yang pasrah akan kerapuhan
Penyerahan seutuhnya jalan?
Sedikit putus asa menguasai diri
Menutupi kekalutan kedalaman jiwa
Membumbung tinggi kesakitan lubuk
Mengapa????
Tangisan keperihan irisan lubuk
Membalut kekejaman langkah
Menghiasi layar kehidupan diri
Kemana harus berlabuh
Diam, ekspresi diri
Tanggapan kemilau kesempurnaan
Tawaran opini diri
Akan keinginan kesejatian kemurnian peribadi
Berontak keinginan diri
Ketidaktegaan hati berbicara
Melunturkan ego diri
Demi kebaktian pada pribadi
Ketidakpastian hati merasuk
Menjadikan keburaman angan
Tapi
Ketegaran diri dalam kerapuhan
Melahirkan pendewasaan akan karakter
Je’bocha
240510
Langganan:
Komentar (Atom)