Kecerahan hati seringkali dihantaui oleh liku-liku kehidupan demi pendewasaan diri untuk mencapai kematangan kepribadian. Suatu siklus kehidupan yang tak mungkin dihindari setiap insan manusia. Sekecil apapun itu pasti selalu ada dalam tapak kehidupan setiap manusia. Menjadi manusia yang penuh karakter diri yang kuat berawal dari setiap pristiwa hidup yang dijalani. Pristiwa hidup dan cara kita untuk mengatasinya itulah pembentuk karakter diri yang alamia. Tanpa disadari, hal itu berjalan. Seiring perjalanan kehidupan yang penuh dengan perjuangan, banyak hal yang sebebarnya dapat dipelajari demi menemukan karakter diri yang sejati. Namun kita tidak merasakan itu karena kita mencurahkan perhatian kita kepada kemelut kehidupan yang datang silih berganti. Tak dapat disalahkan karena itu datang dan mengalir sesuai jalur mengalirnya air kehidupan setiap kita. Alur kehidupan yang dijalani itu dan setiap pemecahan masalah yang diperjuangkan membuat kita sedikit demi sedikit mengerti akan artinya diri kita diciptakan oleh Dia yang empunya kehidupan ini. Kita belajar berusaha untuk menerima diri kita yang sesungguhnya. Sedikit demi sedikit kita mengenal siapa sesungguhnya diri kita dengan aku yang adalah aku dari aku yang dibentuk menjadi aku oleh sang empunya Aku.
Serangkai pristiwa kehidupan menuntun dan membentuk pribadi seseorang sehingga orang lain mengenal dan mengetahui siapa dan seperti apa dia orangnya. Berat ringannya perjalanan hidup seseorang merupakan suatu bentuk tanggung jawab yang diemban oleh setiap pribadi. Ketika dalam perjalanan hidup setiap kita terjadi suatu perubahan yang tak kita sadari menjadikan suatu perubahan karakter diri. Pembentukan karakter menjadi modal diri untuk pendewasaan akan diri. Dalam keadaan sedemikian kita telepas dari kontrol diri yang sebenarnya. Kita menjadi bingung dengan apa yang kita alami. Keraguan pasti muncul dan mulai bertanya kedalam diri tentang perubahan yang kita alami. Ketika kita melepaskan diri dari kontrol, maka akan mungkin terjadi sebuah penyelawengan atau pelepasan diri negativ. Perubahan karakter akan menimbulkan perilaku negativ sehingga pengkarakteran diri yang tidak berdasarkan pengontrolan diri dengan kembali melihat dan merefleksi apa yang sedang terjadi akan membawa pada arah yang kurang baik bahkan akan merugikan diri. Pengkarakteran diri yang dihasilkan merupakan pengkarakteran diri yang buruk dimata orang.
Pembentukan karakter membuat orang menjadi “ini aku”. Aku yang selalu menjadikan pribadi yang unik. Dengan demikian orang akan menilai kita dengan kekitaan kita yang sesungguhnya. Kadang orang mencari sebuah pembentukan diri atau dengan kata lain mencari identitas diri. Mencari identitas diri juga merupakan sebuah pembentukan diri. Namun harus perlu dipahami setap pribadi akan pengkarakteran diri adalah ke arah mana diri mampu dituntun. Penemuan akan keperibadian memberikan kemurnian warna hidup yang keluar dari kedalaman pribadi. Maka dari itu jadikanlah diri untuk menemukan jalur,alur dan isi diri yg sesungguhnya. Temukan dan raihlah ‘dia’ dan jadikan ‘dia’ satu karna ‘dia selalu ada sepanjang hidup anak manusia.
...............................................countinue......................................................................................
Je’bocha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar