u smile

Selasa, 14 Desember 2010

soal rasa

mencapai tahap kebosanan. Pengalaman perjalanan hidup yang muncul dengan sendirinya. penyebabnya banyak.paling utama adalah kejenuhan diri akan apa yang sering bahkan selalu dilakoni. Bosan dan bosan. "malas ah","uda malas","biarin aja ah" adalah kata2 yang terlontar dari bibir yang mengisyaratkan kejenuhan diri akan keseringan. Dalam ketidaksadaaran diri hal ini biasa saja,namun dicermati dan didalami hal ini dapat mengantar pada banyak hal yang tak kita sadari. Bagi diri hal ini hanya untuk diri tpi bagi lain diri hal ini menggangu bahkan lebih dalam dapat merusak. namun hal ini tak mungkin dapat disalahkan sepenuhnya kepada diri atau lain diri. semuanya muncul dari kedalaman diri.batas kemampuan diri untuk menjalani keseringan itu.
disini cara mana yang harus ditunjukan diri untuk lain diri agar lain diri tak merasakan kejenuhan diri sehingga keburukan hal yang tak diinginkan itu datang. dalam kebosanan berusahalah untuk tak menunjukan akan kebisanan itu dengan menjaga rasa lain diri. kembali bosan keluar dari rasa dan dapat mengakibatkan rasa pada lain diri. jika lain diri memahaminya maka keburukan tak menghampiri namun lain diri tak mampu untuk memahami maka hanya akan ada kau aku. Usaha pembenaran diri. konfliklah yang mencuat kepermukaan. disinilah dituntut dirilah yang harus mampu sejauh mungkin untuk membungkus kebosanan itu dan tak seterang keluar. "buatlah diri tersenyum, walau apa yang sebenarnya tak tersenyum. jadikan diri untuk memahami diri lain".

2 komentar:

  1. wow....
    refleksi kebosanannya mantap....
    thx buat refleksi kebosanannya,,,pas banget nih lg merasa bosan...

    refleksiny kena di hati...
    hehehehehe

    BalasHapus
  2. ketika seseorang terjebak dalam kebosanan, yang dapat ia lakukan hanyalah 'REFRESHING', karena hanya sedikit orang yang mampu tersenyum dalam kepenatannya... hahaha... (agak takjub bisa ngluarin kata" kaya gini.. :p)

    BalasHapus